• Minggu, 25 September 2022

Polres Bogor Buru Tiga Pria Mengaku Wartawan Dalam Kasus Pemerasan

- Senin, 4 Oktober 2021 | 08:38 WIB
POLRES BOGOR
POLRES BOGOR

SINARJABAR, BOGOR - Tiga pria yang diduga wartawan abal-abal masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Bogor karena kasus pemerasan. Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan ada dua tersangka yang sudah ditangkap.

"Tiga tersangka ini masih DPO," kata Harun, Minggu 3 Oktober 2021.

Polres Bogor telah menetapkan lima pria diduga wartawan bodrek itu sebagai tersangka kasus pemerasan di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dua tersangka lain yang telah ditangkap adalah JES (45) dan JN (46).

Menurut Harun, kelompok itu sudah 37 kali melakukan aksinya di enam daerah, mulai dari kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Bekasi, Karawang dan Jakarta Timur.

Di Kabupaten Bogor saja, komplotan itu sudah melakukan tindak kejahatan di 8 kecamatan, mulai dari Cileungsi, Cibinong, Citereup, Cisarua, Ciawi, Gunungputri, Megamendung dan Sukaraja.

Total pemerasan dialami puluhan korbannya mencapai Rp500 juta.

Modus pemerasan yang dilakukan para tersangka adalah mengawasi dan mencari-cari kesalahan korbannya. Tersangka lantas memeras korban dengan ancaman akan memberitakannya.

"Sasaran mereka adalah ASN, beberapa profesi dan BUMN," kata Harun.

Kelompok itu juga mendatangi langsung korbannya. Mereka biasanya menanyakan soal anggaran dan menakut-nakuti korban dan melakukan pemerasan.

Kapolres Bogor meminta ASN, kepala dinas, camat hingga lurah berani melaporkan dugaan pemerasan oleh wartawan gadungan.

"Segera laporkan kejadian itu ke polsek terdekat, kami akan proses."

Bupati Bogor Ade Yasin mengapresiasi kepolisian karena mengungkap kasus wartawan abal-abal yang meresahkan ASN dan pejabat pemerintahan di Kabupaten Bogor.

"Kami apresiasi Kepolisian yang membongkar pemerasan oleh orang yang mengaku wartawan," kata Ade Yasin di Polsek Cileungsi, Sabtu lalu.

Menurut Ade Yasin, para wartawan gadungan itu mengganggu kinerja kepala desa di wilayahnya dengan pengancaman dan pemerasan. Mereka menyasar kepala desa yang menerima program satu miliar satu desa (samisade) dari Kabupaten Bogor.

"Suka mencari-cari masalah, ujung-ujungnya memeras," kata Ade pada Juni lalu. (Red)


Editor: Administrator

Tags

Terkini

Mobil Elf Tabrak Truk Fuso, 5 Orang Tewas

Sabtu, 24 September 2022 | 14:31 WIB

Bandung Perlu 2 Jalan Layang Baru untuk Urai Kemacetan

Jumat, 23 September 2022 | 12:19 WIB

Satpol PP Kota Tasikmalaya Musnahkan Ribuan Botol Miras

Jumat, 23 September 2022 | 10:24 WIB
X