• Selasa, 24 Mei 2022

Kasus Bentrokan Berdarah, Anggota DPRD Indramayu Dituntut 12 Tahun Penjara

- Jumat, 13 Mei 2022 | 10:14 WIB
Kasus Bentrokan Berdarah, Anggota DPRD Indramayu Dituntut 12 Tahun Penjara. (Istimewa)
Kasus Bentrokan Berdarah, Anggota DPRD Indramayu Dituntut 12 Tahun Penjara. (Istimewa)

SINAR JABAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Indramayu, Jawa Barat, menuntut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi Demokrat Taryadi hukuman 12 tahun penjara atas kasus bentrokan berdarah di lahan tebu yang mengakibatkan dua orang tewas.

"(Meminta majelis hakim) menjatuhkan (hukuman penjara) kepada terdakwa Taryadi Bin Dawud selama 12 tahun, dikurangi masa tahanan yang sedang dijalani," kata Tim JPU saat membacakan tuntutan kasus bentrokan berdarah di PN Indramayu, Kamis, 12 Mei 2022.

Pada hari Kamis (12/5) sidang kasus bentrokan berdarah di Indramayu yang mengakibatkan dua petani penggarap lahan tebu milik PG Jatitujuh tewas.

Baca Juga: Mudik Aman dan Lancar, PCNU Purwakarta Apresiasi Kinerja Polisi

Sidang lanjutan perkara pidana dilakukan secara virtual dengan Nomor Perkara No.30/ Pid.B / 2022 / PN.Idm dengan terdakwa Taryadi yang merupakan Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Indramayu.

JPU menuntut Taryadi dengan sangkaan Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana, Pasal 170 ayat (3) KUHPidana, Pasal 160 KUHPidana dan Pasal 107 huruf a jo UU No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Sidang tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Yogi Dulhadi, Hakim Anggota I Ade Satriawan, dan Hakim Anggota II Ade Yusuf.

Baca Juga: Truk Miras Terguling Timpa Pengendara Motor, Satu Korban Tewas

Dalam sidang tersebut juga dihadiri oleh simpatisan dari terdakwa Taryadi sebanyak 18 orang dan 32 orang lainnya juga menyaksikan sidang tersebut.

Halaman:

Editor: M. Rizal

Sumber: jabar.antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sapi Terjangkit PMK di Purwakarta Bertambah

Senin, 23 Mei 2022 | 15:13 WIB
X