• Minggu, 25 September 2022

IAEA: Kerusakan Pabrik Pembangkit Listrik di Zaporizhzhia Tidak Dapat Diterima, Rusia dan Ukraina Saling Tuduh

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 15:05 WIB
PLTN Zaporizhzhia yang sempat di hajar tembakan dan kini dikuasai Rusia dikabarkan masih baik-baik saja  (dok, koran jakarta.com)
PLTN Zaporizhzhia yang sempat di hajar tembakan dan kini dikuasai Rusia dikabarkan masih baik-baik saja (dok, koran jakarta.com)

SINAR JABAR - Beberapa bagian pembangkit listrik tenaga nuklir di Zaporizhzhia pada hari Jumat, 5 Agustus 2022 lalu yang terbakar mendapat perhatian dunia, termasuk PBB.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi mengatakan bahwa laporan terkait kerusakan pabrik pembangkit listrik tenaga nuklir di Zaporizhzhia tidak dapat diterima.

Menurutnya tindakan militer dari kedua negara di sekitar pabrik harus dihentikan dengan cara apapun.

Baca Juga: Mahfud MD: Pencopotan CCTV Itu Bisa Masuk Ranah etik dan Pidana

"Benar-benar tidak dapat diterima dan harus dihindari dengan segala cara," katanya.

Sebagaimana dilansir dari laman bicaraberita.com dalam judul artikl "Rusia dan Ukraina saling tuduh soal kerusakan Pabrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, PBB: Tidak dapat diterima".

Sebagai seseorang yang memimpin pengawasan nuklir dari negara yang tergabung di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rafael Mariano Grossi meminta agar Rusia dan Ukraina dapat menahan diri sepenuhnya dari lokasi sekitar pabrik.

Baca Juga: Alasan Ferdy Sambo Ditempatkan ke Mako Brimob Kota Depok, Ini Kata Polri

Dalam pernyataannya Rafael Mariano Grossi juga mengatakan bahwa tindakan militer yang terjadi di lokasi pabrik tidak dapat dibenarkan.

Ia pun menyatakan keprihatinannya atas sejumlah laporan kerusakan pada pabrik pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.

Halaman:

Editor: Anas Ali Hamzah

Sumber: Bicaraberita

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dua Jamaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi

Jumat, 2 September 2022 | 09:40 WIB
X