• Kamis, 8 Desember 2022

Reaksi Tergesa-gesa, Putin Gelar Pemilu di Ukraina Hingga Rekrut 300 Ribu Warga Rusia Wajib Militer

- Sabtu, 24 September 2022 | 16:44 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin saat memimpin rapat
Presiden Rusia Vladimir Putin saat memimpin rapat

SINAR JABAR - Penduduk setempat di Ukraina dilarang bepergian selama masa pemilihan umum. Hal itu setelah Rusia meluncurkan referendum di empat wilayah Ukraina yang mereka duduki.

Menurut perwakilan otoritas Ukraina menyatakan penduduk tidak boleh meninggalkan beberapa wilayah yang dikuasai Rusia selama empat hari.

Akan adanya gerombolan bersenjata datang ke tiap rumah penduduk dan mengancam pekerja dengan pemecatan jika mereka tidak ikut memilih.

Baca Juga: Konflik Rusia dan Ukraina Belum Reda, Jokowi Simpulkan Ini akan Berjalan Masih Lama

Presiden Ukraina Voloymyr Zelenskiy menuturkan, dalam pemungutan suara tersebut dikecam seluruh dunia, seperti halnya pengumuman "mobilisasi" Rusia ke Crimea dan beberapa area lainnya di Ukraina.

"Ini bukan hanya kejahatan melawan hukum Ukraina dan internasional, ini adalah kejahatan terhadap kelompok tertentu, terhadap suatu bangsa," kata Zelenskiy seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (24/9/2022).

Dengan adanya referendum tersebut adalah bagian dari reaksi tergesa-gesa Rusia setelah Ukraina sukses mengambil alih kendali beberapa wilayah di timur laut pada awal bulan ini.

Baca Juga: Zelenskiy Sebut Kunjungan Presiden Turki Erdogan ke Ukraina adalah Dukungan Besar

Presiden Rusia Vladimir Putin mengingikan untuk merekrut 300.000 orang tambahan untuk ikut bertempur di Ukraina, tentunya dengan mengumumkan wajib militer di Rusia.

Halaman:

Editor: Heru Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Satelit Karya Anak Bangsa SS-1 Berhasil Diluncurkan

Senin, 28 November 2022 | 08:11 WIB

Dua Jamaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi

Jumat, 2 September 2022 | 09:40 WIB
X