• Selasa, 24 Mei 2022

Sekolah Tingkat SMA Sederajat di Jabar Diperbolehkan Gelar Study Tour

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 09:00 WIB
Sekolah Tingkat SMA Sederajat di Jabar Diperbolehkan Gelar Study Tour. (Humas Jabar)
Sekolah Tingkat SMA Sederajat di Jabar Diperbolehkan Gelar Study Tour. (Humas Jabar)

SINAR JABAR - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memperbolehkan sekolah di tingkat SMK, SMA dan SLB untuk mengadakan kegiatan kelulusan, maupun study tour. Kedua kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19, juga dilaksanakan di luar sekolah.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengemukakan, kebijakan sekolah di tingkat SMK, SMA dan SLB untuk mengadakan kegiatan kelulusan, maupun study tour tersebut merupakan salah satu upaya mendukung pemulihan perekonomian di Jabar pasca terdampak pandemi Covid-19.

Kegiatan luar sekolah seperti study tour agar dilakukan di dalam wilayah Jawa Barat saja, dan tidak disarankan dilaksanakan di luar Jabar karena dasarnya adalah untuk peningkatan perekonomian lokal.

Baca Juga: Segini Kekayaan Anggota DPRD Purwakarta Pemilik Wisata Taman Air Gulampok yang Ditutup

"Jadi pemerintah sekarang memberikan keleluasaan kembali kepada insan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan seperti biasa sebelum pandemi. Ini anugerah dan berita gembira bagi masyarakat Jabar," kata Wagub, di Kantor Dinas Pendidikan Jabar, di Kota Bandung, Jumat, 13 Mei 2022.

Kurang lebih dua tahun selama pandemi, pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh secara daring.

Meski kemudian bisa dilakukan offline atau tatap muka, biasanya hanya dengan kapasitas 50 persen siswa. Kini kegiatan belajar mengajar berangsur normal.

Baca Juga: Kasus Dana Pokir DPRD Karawang Mencuat, Modus Itu Bisa Terjadi di Purwakarta

"Ini agar semangat kembali belajar mencari ilmu. Guru dapat memberikan pendidikan terbaik kepada anak bangsa agar tunas bangsa menjadi baik masa yang akan datang," ujar Wagub.

"Maka momentum Hardiknas agar lebih baik lagi kita belajar karena ilmu salah satu alat untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat," tambahnya.

Terkait kontrol kegiatan perpisahan, maupun studi tour. Menurut Pak Uu, sapaan karib Uu Ruzhanul Ulum, ada pihak-pihak di berbagai tingkatan yang dapat melakukan pengawasan terhadap berbagai aktivitas pendidikan.

Baca Juga: Mantan Ketua Partai Golkar Purwakarta Sarip Hidayat Berlabuh ke NasDem

"Kalau masalah kontrol sudah ada pihak- pihak seperti KCD (Kantor Cabang Dinas), MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), pengawas dan lainnya. Insan pendidikan network-nya luar biasa. Salah satu jaringan yang kuat ada di sektor pendidikan," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi meminta kerja sama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan pihak terkait kepariwisataan lainnya agar memberikan treatment khusus bagi kegiatan studi tour atau perpisahan sekolah.

"Kita perlu mengimbau bagi teman-teman PHRI, dan Dinas Perhubungan agar pada saat ada study tour anak sekolah mohon harga berbeda, apabila ada jalur lalu lintas yang dilalui, rombongan study tour bisa dikawal," kata Dedi.

Baca Juga: DPR Puji Kinerja Polri Selama Arus Mudik Lebaran 2022

Ia membandingkan, dari pengalaman insan pendidikan, mereka merasa nyaman melaksanakan study tour ke Yogyakarta karena biasanya ada treatment berbeda dari hotel dan pengelola area wisata untuk kegiatan study tour.

Begitu pula dari pihak Polantas dan Dishub di sana turut membantu mengurai kemacetan, bahkan mengawal kendaraan study tour bila terhambat di perjalanan.

"Misalnya pada saat salah jalan, ada petugas kepolisian yang mengawal. Hotel di Yogyakarta pun memberlakukan harga beda untuk rombongan study tour, maka kita perlu koordinasi dengan PHRI," ujar Dedi.***

Editor: M. Rizal

Sumber: jabarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X