• Kamis, 8 Desember 2022

BBM Naik, Pemprov Jabar Siapkan Rp27 Miliar Untuk Bantu Nelayan, Petani dan UKM

- Senin, 12 September 2022 | 16:14 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. /jabarprov.go.id.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. /jabarprov.go.id.

SINAR JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sekitar Rp27 miliar untuk membantu untuk warga yang sangat terdampak kebijakan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM).

Bantuan dari Pemprov Jabar itu rencananya akan disalurkna kepada pihak yang paling membutuhkan, seperti nelayan, petani dan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

"Kami dari Pemprov Jabar sediakan Rp27 miliar yang dijadikan subsidi kepada pihak paling terdampak kenaikan BBM khusus nelayan, petani dan UKM," kata Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil seusai memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Balubur, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 12 September 2022.

Baca Juga: Banjir Luapan Sungai Landa Cisayong, Sejumlah Rumah Rusak, Usaha Ternak Ikan Hanyut

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran tersebut untuk membantu sektor ekonomi yang terdampak kebijakan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Gubernur Ridwan Kamil menuturkan anggaran subsidi tersebut berasal dari dana bagi hasil Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Dan izin melaporkan, kami terus memantau situasi ekonomi pasca kenaikan harga BBM subsidi. Pertama selain kawal BLT pemerintah pusat ada kewajiban dua persen dari dana bagi hasil itu dijadikan dana bansos untuk kota kabupaten," kata dia.

Baca Juga: Upaya Penghapusan Madrasah dari RUU Ditolak Wakil Ketua MPR, Ini Alasannya

Ia mengatakan berdasarkan hasil pemantauannya, dampak kenaikan BBM belum berpengaruh terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pokok, hanya harga komoditas cabai yang belum turun ke harga normal karena faktor suplai.

"Jadi hari ini saya monitor ternyata secara umum tidak terjadi kenaikan signifikan oleh BBM. Yang naik terpengaruh itu hanya ikan-ikan yang tadi Rp20 ribu dijual Rp26 ribu pas ditanya memang karena BBM naik," kata dia.

'Lain-lain terpengaruh karena suplai bukan karena BBM, yaitu cabai sudah turun tapi belum harga normal. Jadi bukan karena suplai BBM," lanjut Ridwan Kamil.

Baca Juga: Luis Milla Ungkap Kunci Kemenangan Persib Atas Arema FC

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan menuturkan, secara umum belum ada kenaikan harga komoditas di pasar Jawa Barat.

"Dan sesuai yang disampaikan oleh Pak Gubernur, bahwa pertama kami juga melakukan pengawasan dan pemantauan setiap hari, tidak hanya di Pasar Balubur tapi di beberapa wilayah di Jabar," kata Iendra.

Ketika ditanyakan tentang naiknya harga ikan, Iendra menuturkan hal itu disebabkan biaya transportasi dari offtaker yang cenderung membengkak akibat kenaikan harga BBM.

Baca Juga: Gudang JNE Pekapuran Depok Terbakar, 18 Unit Pemadam Diterjunkan ke Lokasi

Oleh karenanya, lanjut Iendra, salah satu alokasi subsidi tersebut diarahkan untuk nelayan.

"Dan biasanya kenaikan harga itu bukan dari petani, nelayan, atau peternak tapi dari off taker karena dia memerlukan transportasi. Terlebih, kalau offtaker-nya rantai pasoknya panjang. Nah ini sampai ke pasar itu akan lebih mahal," ujar dia. ***

Editor: Anas Ali Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMP Jawa Barat Tahun 2023 Sebesar Rp1.986.670,17

Rabu, 30 November 2022 | 09:12 WIB

Ridwan Kamil Menuju Cianjur untuk Bantu Korban Gempa

Senin, 21 November 2022 | 17:22 WIB

Pemprov Jabar Buka Penerimaan 4.571 PPPK

Selasa, 8 November 2022 | 16:09 WIB

Hengky Kurniawan Dilantik Jadi Bupati Bandung Barat

Selasa, 8 November 2022 | 08:16 WIB

Waspada Modus Penipuan Tilang Elektronik Via WhatsApp

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:17 WIB

Dor! Pelaku Curanmor Tewas Ditembak Polisi

Senin, 10 Oktober 2022 | 10:36 WIB
X