• Selasa, 9 Agustus 2022

KPK Terima Laporan 395 Barang Gratifikasi Selama Idul Fitri

- Senin, 16 Mei 2022 | 07:00 WIB
KPK Terima Laporan 395 Barang Gratifikasi Selama Idul Fitri. (Dok. KPK)
KPK Terima Laporan 395 Barang Gratifikasi Selama Idul Fitri. (Dok. KPK)

SINAR JABAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan 395 barang atau objek gratifikasi terkait Hari Raya Idul Ffitri 1443 Hijriah dengan nilai taksiran mencapai Rp274.117.519.

"Sampai dengan akhir pekan ini, KPK telah menerima laporan 395 barang atau objek gratifikasi dari masyarakat selama Hari Raya Idul Fitri dengan nilai taksiran mencapai Rp274.117.519," ucap Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding melalui keterangannya, Antara, Minggu, 15 Mei 2022.

Ipi menjelaskan laporan yang diterima KPK tersebut terdiri atas tujuh objek berupa cendera mata atau plakat dengan nilai taksir Rp4.350.000, 268 objek berupa karangan bunga, makanan, dan minuman dengan nilai taksir Rp153.736.899.

Baca Juga: KTT Khusus ASEAN-AS, Jokowi: Hentikan Perang di Ukraina Sekarang Juga

Kemudian, sembilan objek berupa uang, voucher, logam mulia dengan nilai taksir Rp32.290.000 serta 111 objek dalam bentuk lainnya dengan nilai taksir Rp83.740.620.

"Sejumlah laporan tersebut terdiri dari 367 laporan penerimaan dan 28 laporan penolakan gratifikasi," ucap Ipi.

Saat ini, kata dia, barang-barang yang dilaporkan tersebut sebagian telah diterima KPK dan sebagian lainnya sedang proses dikirimkan oleh para pihak pelapor.

Baca Juga: Call Center 112, Layanan Kejadian Darurat di Kota Bandung

"KPK juga masih terus menerima laporan gratifikasi lainnya dan akan kami 'update' pada kesempatan berikutnya," kata dia.

KPK menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah melaporkan penerimaan maupun penolakan gratifikasi tersebut. Hal itu sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

"Sebelumnya, KPK menyampaikan imbauan melalui Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2022 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya," tuturnya.

Baca Juga: Puan Maharani Kecam Keras Aksi Penculikan Belasan Anak di Jakarta dan Bogor

KPK terus mengajak masyarakat untuk menghindari praktik gratifikasi, baik sebagai pemberi maupun penerima karena gratifikasi bisa termasuk dalam tindak pidana korupsi.

"Jika karena kondisi tertentu, seorang pegawai negeri atau penyelenggara negara tidak dapat menolak gratifikasi maka wajib melaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak gratifikasi diterima," kata Ipi.

Adapun informasi terkait mekanisme dan formulir pelaporan atas penerimaan gratifikasi dapat diakses melalui tautan https://gratifikasi.kpk.go.id atau menghubungi layanan informasi publik KPK pada nomor telepon 198.***

Editor: M. Rizal

Sumber: jabar.antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Brigadir J, Kapolri Mutasi 15 Anggota Polri

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:59 WIB
X