Kementerian PUPR Mulai Bangun Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak Gempa di Cianjur

- Senin, 5 Desember 2022 | 09:35 WIB
Kementerian PUPR Mulai Bangun Hunian Bagi Warga Terdampak Gempa di Cianjur (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR Mulai Bangun Hunian Bagi Warga Terdampak Gempa di Cianjur (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

SINAR JABAR - Selain telah membuka akses logistik dan mengirimkan bantuan sarana prasarana sanitasi serta air bersih untuk membantu para pengungsi selama masa tanggap darurat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga memulai penyiapan lahan (land clearing) dan pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pasca gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

"Sesuai dengan lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Cianjur, kami telah memulai pembersihan dan penyiapan lahan untuk hunian tetap bagi warga yang akan direlokasi. Untuk itu kami menugaskan PT Brantas Abipraya untuk segera bekerja, lokasinya di Cilaku sekitar 2,5 hektare (ha) dan Mande sekitar 30 ha. Saat ini sedang dikerjakan 4 unit dari 200 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur tahan gempa. Besok jumlah tenaga kerja yang dikerahkan akan mencapai 100 orang untuk percepatan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dikutip dari laman InfoPublik.id, Minggu 4 Desember 2022.

Sebelumnya Menteri PUPR meninjau progres penanganan pascabencana gempa pada Sabtu 3 Desember 2022. Turut berada di lapangan, Kepala BNPB RI Letjen Suharyanto dan Bupati Cianjur Herman Suherman.

Baca Juga: Bupati Purwakarta antar Langsung Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Dikatakan Menteri PUPR Basuki, rumah tersebut akan dibangun dengan teknologi RISHA yang telah terbukti berhasil membuat bangunan dua sekolah di Cianjur tetap kokoh berdiri pascagempa melanda.

Stok yang tersedia saat ini sekitar 2400 unit RISHA dan kita akan pasang seluruhnya di Cianjur dengan target tuntas sebelum Lebaran 2023.

"Besok kita akan mulai pengukuran dan penyiapan lahan di 30 ha di Mande yang merupakan calon tempat tinggal bagi warga terdampak yang direlokasi. Warga ini semula tinggal di zona sabuk merah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa dan gerakan tanah/longsor. Sangat berbahaya jika tetap tinggal di zona merah," ujar Menteri PUPR Basuki yang di lapangan juga bertemu dengan Kepala BNPB RI Letjen Suharyanto dan Bupati Cianjur Herman Suherman.

Baca Juga: Kapolri Antar Yudo Margono Jalani Fit and Proper Test Calon Panglima TNI

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menerjunkan tim khusus guna melakukan survei dan mendata jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pendataan memanfaatkan inovasi teknologi informasi aplikasi Rumah Terdampak Bencana (Rutena).

Halaman:

Editor: M. Rizal

Sumber: infopublik.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nah Lho! Tunjangan Kinerja PNS Terancam Dipotong

Kamis, 19 Januari 2023 | 22:07 WIB

Nah Lho! Menteri Keuangan Sri Mulyani Marah

Selasa, 3 Januari 2023 | 17:02 WIB

Resmi, Pemerintah Cabut Kebijakan PPKM

Sabtu, 31 Desember 2022 | 11:05 WIB

Dilarang Jual Rokok Batangan, Ini Alasannya

Rabu, 28 Desember 2022 | 10:50 WIB
X