• Minggu, 2 Oktober 2022

Koalisi Gerindra-PKB Menyatukan Suara Warga Nahdliyin dan Kekuatan Nasionalis

- Rabu, 27 Juli 2022 | 17:21 WIB
Ihsanudin menilai koalisi Gerindra-PKB menyatukan suara warga Nahdliyin dan kekuatan nasionalis. (Foto: Istimewa)
Ihsanudin menilai koalisi Gerindra-PKB menyatukan suara warga Nahdliyin dan kekuatan nasionalis. (Foto: Istimewa)

SINAR JABAR - Komunikasi politik yang kian intens antara Partai Gerindra dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai akan meraup suara Nahdliyin jika hubungan ini berujung pada koalisi, serta jika PKB mampu merangkul semua kelompok dan elemen Nahdlatul Ulama (NU), baik struktural maupun kultural.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat, Ihsanudin, mengatakan potensi suara Nahdliyin sangatlah besar di Indonesia. Karenanya, PKB sebagai partai yang tengah menjalin komunikasi menuju koalisi dengan Gerindra, harus menjadi jembatan dengan kalangan Nahdliyin.

Ihsanudin yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jabar ini mengatakan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, harus merangkul semua struktur NU termasuk kelompok-kelompok kulturalnya.

Baca Juga: Tak Mau Diintervensi Pemda Soal Keuangan, Kades di Purwakarta Curhat ke DPRD

Komunikasi, katanya, harus dijalankan secara baik dengan struktur Pengurus Besar NU sendiri di bawah kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf, kelompok pengagum pemikiran Abdurrahman Wahid atau GUSDURian di bawah Yenny Wahid, sampai Muslimat NU yang diketuai Khofifah Indar Parawansa.

"Apabila PKB mau serius berkoalisi dengan Gerindra dan menang pada Pilpres 2024, prasyaratnya Cak Imin harus sowan ke Ketum PBNU dan memohon dukungan Gus Yahya, selanjutnya bersilaturrahim ke keluarga Gusdur, Mbak Yenny Wahid, agar hubungan bisa lebih membaik dan saling memberikan support, juga meminta dukungan Ketum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, sang penggerak emak-emak militan NU," kata Ihsanudin yang juga aktif di kepengurusan Pimpinan Pusat GP Ansor ini, Rabu, 27 Juli 2022.

Ihsanudin mengatakan pihaknya tidak mengharapkan lagi adanya saling "berbalas pantun" Muhaimin Iskandar dengan para petinggi NU.

Baca Juga: Bawaslu Purwakarta Sambangi Kantor Kejaksaan Negeri, Ada Apa?

Jangan sampai, katanya, potensi suara nahdliyin yang bisa dirangkul oleh Gerindra dan PKB pada Pilpres 2022 malah tidak terealisasi secara optimal.

Halaman:

Editor: M. Rizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musda KNPI Purwakarta Ditunda, Ini Penyebabnya

Minggu, 25 September 2022 | 19:43 WIB

Mardiono Kantongi SK Kemenkumham sebagai Plt Ketum PPP

Sabtu, 10 September 2022 | 12:50 WIB

Ribuan Emak-emak Dukung Gus Muhaimin Presiden 2024

Jumat, 9 September 2022 | 11:51 WIB

Rocky Gerung Sebut Gus Muhaimin Capres Kaya Gagasan

Kamis, 8 September 2022 | 06:00 WIB
X